Friday, March 23, 2012

REVIEW BUKU Antropologi Pendidikan BAB II


REVIEW BUKU
Identitas Buku
Judul Buku      : Antropologi Pendidikan
Penulis             : Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. dan Dr. Ija Suntana, M.Ag.
Penerbit           : CV. Pustaka Setia Bandung
Tahun Terbit    : 2012
Tebal Buku      : 251 hlm.; 16 cm x 24 cm

ANTROPOLOGI PENDIDIKAN BAB II
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dalam Bab ini Penulis membagi pembahasan menjadi dua sub pokok. Sub yang pertama menjelaskan tentang evolusi manusia dan kemunculan masyarakat. Sebagaimana makhluk hidup pada umumnya, manusia memiliki struktur biologis yang membantu menentukan manusia dalam bertindak dan berpikir. Manusia juga dapat disebut sebagai makhluk sosial yang hidup berkelompok dan bermasyarakat serta saling membantu satu sama lainnya untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan lainnya. Hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya ialah manusia merupakan makhluk yang berbudaya yang menciptakan dan memindahkan pengetahuan serta mempertahankan tradisi berpikir dan berperilaku.
Asal mula manusia merupakan hal yang sangat penting yang masih menjadi perbincangan. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan teologis dan pendekatan sains. Kedua pendekatan ini saling bertolak belakang dan sulit ditemukan titik temunya. Pendekatan yang pertama bersifat dogmatis dan kaku sedangkan  pendekatan yang kedua bersifat spekulasi  dan berjangakar material. Pendekatan yang pertama meyakini bahwa semua makhluk hidup di dunia ini berasal dari sebuah proses teologis, berada dalam campur tangan Tuhan. Sedangkan pendekatan yang kedua menganggap segala makhluk hidup di alam ini merupakan hasil proses material yang memiliki titik awal yang bersifat materi dengan cara yang kebetulam. Dan pembuktiaannya pun perlu menggunakan materi pula.
Berdasarkan pendekatan teologis, manusia pertama adalah Adam yang langsung diciptakan melalui tangan Tuhan. Pengetahuan ini bersifat samawi dan didasarkan pada wahyu Ilahiyah yang bersifat dogmatis. Sedangkan pendekatan sains, asal mula manusia dijelaskan oleh teori evolusi biologis yang digagas pertama kali oleh para ilmuan Yunani dan dikembangkan secara sistematis oleh Charles Darwin dan para pendukungnya. Penelitian ini didasarkan dengan memperbandingkan dengan kawanan binatang berkelompok sehingga memunculkan dugaan bahwa manusia bersal dari kera yang telah berevolusi.
Prinsip Dasar Evolusi Biologis
Bentuk-bentuk kehidupan berkembang dari satu bentuk ke bentuk yang lain melalui transformasi dan  modifikasi yang tak pernah putus. Darwin mengemukakan bahwa evolusi makhluk hidup didasarkan pada seleksi alam. Teori ini sangat rentan dengan berbagai serangan dan kritik karena teori ini dicetuskan tanpa memedulikan kemunculan teori hereditas oleh Mendel tentang pewarisan karakter yang kurang mendapat perhatian serius.
Dan pada abad ke-20, prinsip pewarisan karakter ini dimunculkan kembali dan digunakakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih definitive tentang berlangsungnnya seleksi alam secara nyata. Teori genetika ini meluas ke jaringan populasi makhluk hidup yang dikenal dengan istilah genetika populasi yang dapat memperkuat gagasan Darwin. Kolaborasi antara teori seleksi alam dan genetika populasi memunculkan teori evolusi sintetika modern yang dikenal dengan sebutan Neo Darwinism.
Hereditas dan Variable Genetika
Unit dasar pewarisan karakter (hereditas) adalah gen yang berupa unit informasi biokimia. Gen terdiri atas unsure pembentuk dasar semua makhluk hidup yang disebut dengan deoxyribonucleic acid (DNA). DNA memiliki kemampuan unik untuk menciptakan tiruan yang betul-betul sama dengan dirinya. Karena gen terdiri atas DNA, ia dapat menciptakan tiruan yang pasti sama dengan dirinya sendiri dari satu generasi ke generasi selanjutnya sehingga dapat mempertahankan diri dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Akan tetapi, terkadang terjadi kesalahn dalam mekanisme peniruan tersebut dan gen gagal menciptakan  tiruan dirinya yang benar-benar sama yang dikenal dengan istilah mutasi gen. Dalam setiap populasi di regenerasinya, mutasi tersebut selalu muncul walaupun hanya sedikit. Mutasi ini terjadi dengan kekuatan selektif yang secara sistematik mengeleminasi gen-gen yang berbahaya dan memelihara serta mengekalkan sedikit gen yang menguntukan. Kekuatan seleksi ini disebut dengan seleksi alam.
Seleksi dan Adaptasi
Seleksi alam adalah proses seleksi oleh alam terhadap bahan-bahan genetika tertentu sehingga memungkinkan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Seleksi alam merupakan sebuah proses adaptif. Jika sebuah sepesies dapat beradaptasi dengan baik bersama habitatnya, dan jika habitatnya tetap atau tidak berubah, kita dapat mengasumsikan bahwa tidak ada evolusi lebih lanjut yang dialami sepesies tersebut secara subtansial.
Evolusi Sepesies Manusia
Dalam sekala kehidupan phylogenetika, manusia termasuk ordo taksonomi yang dikenal dengan primata berjenis Hominidae sekeluarga dengan Cibidae (kera dunia baru), Cercopthecidae (kera dunia lama) dan Hylobatidae (kera besar). Akan tetapi salah kaprah jika menyebutkan bahwa manusia berasal dari kera besar. Karena masing-masing spesies memiliki jalan masing-masing untuk mengembangkan dirinya. Para antropolog mendeskripsikan manusia pertama adalah berjenis Australopithecines berbadan kecil, berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki yang kemudian bertransisi ke homo habilis dan homo erectus yang berperawakan  lebih besar dan kasar serta memiliki volume otak yang kecil. Evolusi selanjutnya diwakili dengan Neandertals. Sepesies ini yang paling dekat dengan manusia modern sekarang.
Evolusi dan Komunikasi
Perkembangan terpenting  manusia dalam evolusi hominid ialah perkembangan kebudayaan yang berkaitan erat dengan evolusi otak dan perkembangan belajarnya. Kebudayaan dimungkinkan berkembang dengan perkembangan komunikasi yang berupa komunikasi simbolis. Dan simbol tersebut bersifat terbuka dan produktif sehingga memunculkan kemungkinan untuk berubah dan berkembang.
Asal mula bahasa belum diketahui secara pasti. Sanderson mengemukakan bahwa bahasa muncul dari pembukaan sistem penyebutan. Sistem penyebutan ini berkembanga dan ditransmisikan kepada generasi selanjutnya melalui pengajaran. Sistem ini dikenal dengan istilah prabahasa. Dengan bahasa sebagai simbol, dapat melancarkan kemunculan kebudayaan manusia.
Sub pokok yang kedua menjelaskan tentang evolusi kebudayaan manusia. Manusia adalah makhluk sosial, karena mereka hidup bersama dalam berbagai kelompok dan teroganisasi dalam istilah masyarakat. Kehidupan berkelompok ini tidak hanya berlaku bagi manusia saja, melainkan juga berlaku bagi sepesies yang lainnya. Akan tetapi  yang membedakannya adalah peranan belajar manusia melebihi peranan yang dimainkan oleh faktor-faktor biologis dalam pembentukan perilaku sosial. Dan belajar manusia merupakan suatu sistem yang diatur secara kultural.
Kebudayaan merupakan salah satu karakteristik anggota masyarakat yang telah dipelajari dan disebarkan, bukan merupakan hasil warisan biologis. Kebudayaan adalah hasil dari hubungan-hubungan yang terpolakan yang dicapai di antara orang-orang dalam masyarakat dan memiliki tiga unsur pokok yakni ide atau gagasan, perilaku dan hasil. Dan mengapa kebudayaan mengalami perubahan? Hal ini didasarkan pada poses sosialisasi manusia yang memungkinkan kemunculan tranmisi kebudayaan. Manusia yang sebagai anggota masyarakat penerus memberikan respon dan beradaptasi dengan sejumlah kenyataan historis yang dialami oleh generasi sebelumnya. Ketika kenyataan historis ini berubah, maka orang akan mengubah cara mereka memberikan respond an beradaptasi.
Ciri manusia yang memiliki tingkat diversitas yang luar biasa dalam sistem sosio-kultural akan mengalami kejutan budaya yang disebabkan oleh differential dan perkembangan serta perubahan budaya, yang semula memiliki kebudayaan sendiri dibenturkan dengan kebudayaan yang lain. Karena kita adalah produk kebudayaan kita sendiri,  maka differential kebudayaan menjadi sah sah saja. Karena kebudayaan merupakan  hasil adaptif manusia.
Dalam ragam sosio-kultural manusia dalam penciptaan kebudayaan, para antropolog mengembangkan konsep subkultur dan budaya tandingan.

2 komentar:

Alimin Ibnu As-shomari said...

thank for information
http://aliminiaincirebon.blogspot.com

pep said...

makasih infonya .. artikelnya sangat bermanfaat sekali

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host